Indonesiaku yang
fanatik Dan bangga
“Tolong hentikan cara2 berpikir model sinetron
yg penuh drama dan konflik nan tak penting. SID
bukan tim sepak bola. Fanatisme berlebihan akan
membunuh kalian semua. Wake up!” Tak
disangka SID mendapat beberapa respon menarik
yang menganggap kami menyudutkan sepakbola Indonesia dan supporter-nya. Inilah yang terjadi jika
imajinasi dan daya nalar tidak digunakan dalam
mengartikan sebuah
expresi. Kami mengerti sikap fanatik itu perlu dalam
menunjukkan loyalitas. Dan SID akan menghargai
sikap fanatik dlm bentuk apapun [bola, musik, agama dll] asal sikap fanatik tsb tidak sampai
memakan korban jiwa dan menimbulkan
permusuhan antar manusia di Indonesia. Namun
apakah yg kerap terjadi di Indonesia? Semua merasa
tim-nya, ras-nya, agamanya atau
band idolanya paling hebat lalu dengan bangga memusuhi orang2 yang berbeda dengannya. Itu
kenyataan di lapangan dan itulah yang ingin kami
pertanyakan. Perlu diingat. Konteks SID ketika
berkata
‘fanatisme yg berlebihan akan membunuhmu’
itu dalam kerangka yg luas, bukan cuma dalam konteks supporter bola namun lebih kepada
semua unsur sikap fanatisme terhadap sesuatu.
Kerusuhan2 dlm konser musik/pertandingan bola
maupun kerusuhan2 yang berbau SARA semua
berawal dari rasa kebersamaan/loyalitas sebuah
kelompok yg berlebihan dan ujung2nya memakan korban jiwa. Bagi kami itu pola pikir yang sangat
bodoh dan terbelakang. TIDAK ada manusia yang
layak mati sia-sia hanya karena perbedaan selera
musik/bola/agama. Kami berkata ‘SID bukan tim
sepak bola’
sebagai kiasan karena akhir2 ini kami melihat sikap fanatik fans SID [Outsiders] hampir
berlebihan dan mendekati fanatisme supporter
bola. Terus terang kami tidak nyaman dgn situasi ini.
Tujuan kami membuat band bukan untuk dipuja-
puja dgn perasaan fanatik berlebihan. Kita percaya
semua manusia itu sama dimata Tuhan, terlepas dari apa itu suku, agama, ras, musik atau tim
sepakbola favoritnya. Mungkin bagi anda yang kurang
bisa menangkap maksud kami, intinya adalah: cukup
sudah warga
Indonesia saling mangsa hanya karena
perbedaan2 kecil yg seharusnya tidak menjadi masalah tsb. Bersatu. Boleh fanatik tapi saling
menghargai dan berjiwa besar. Sportif. Cheers,
@jrx
fanatik Dan bangga
“Tolong hentikan cara2 berpikir model sinetronyg penuh drama dan konflik nan tak penting. SID
bukan tim sepak bola. Fanatisme berlebihan akan
membunuh kalian semua. Wake up!” Tak
disangka SID mendapat beberapa respon menarik
yang menganggap kami menyudutkan sepakbola Indonesia dan supporter-nya. Inilah yang terjadi jika
imajinasi dan daya nalar tidak digunakan dalam
mengartikan sebuah
expresi. Kami mengerti sikap fanatik itu perlu dalam
menunjukkan loyalitas. Dan SID akan menghargai
sikap fanatik dlm bentuk apapun [bola, musik, agama dll] asal sikap fanatik tsb tidak sampai
memakan korban jiwa dan menimbulkan
permusuhan antar manusia di Indonesia. Namun
apakah yg kerap terjadi di Indonesia? Semua merasa
tim-nya, ras-nya, agamanya atau
band idolanya paling hebat lalu dengan bangga memusuhi orang2 yang berbeda dengannya. Itu
kenyataan di lapangan dan itulah yang ingin kami
pertanyakan. Perlu diingat. Konteks SID ketika
berkata
‘fanatisme yg berlebihan akan membunuhmu’
itu dalam kerangka yg luas, bukan cuma dalam konteks supporter bola namun lebih kepada
semua unsur sikap fanatisme terhadap sesuatu.
Kerusuhan2 dlm konser musik/pertandingan bola
maupun kerusuhan2 yang berbau SARA semua
berawal dari rasa kebersamaan/loyalitas sebuah
kelompok yg berlebihan dan ujung2nya memakan korban jiwa. Bagi kami itu pola pikir yang sangat
bodoh dan terbelakang. TIDAK ada manusia yang
layak mati sia-sia hanya karena perbedaan selera
musik/bola/agama. Kami berkata ‘SID bukan tim
sepak bola’
sebagai kiasan karena akhir2 ini kami melihat sikap fanatik fans SID [Outsiders] hampir
berlebihan dan mendekati fanatisme supporter
bola. Terus terang kami tidak nyaman dgn situasi ini.
Tujuan kami membuat band bukan untuk dipuja-
puja dgn perasaan fanatik berlebihan. Kita percaya
semua manusia itu sama dimata Tuhan, terlepas dari apa itu suku, agama, ras, musik atau tim
sepakbola favoritnya. Mungkin bagi anda yang kurang
bisa menangkap maksud kami, intinya adalah: cukup
sudah warga
Indonesia saling mangsa hanya karena
perbedaan2 kecil yg seharusnya tidak menjadi masalah tsb. Bersatu. Boleh fanatik tapi saling
menghargai dan berjiwa besar. Sportif. Cheers,
@jrx
Tidak ada komentar:
Posting Komentar